Strategi Pencegahan Kegagalan Pondasi dengan Melakukan Rangkaian Uji Coba Beban Serta Uji Integritas Tiang Pondasi

ABSTRAK: Pondasi merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu bangunan, apakah itu gedung tinggi, jembatan maupun bangunan industri. Meskipun bangunan atas telah direncanakan dengan baik dan dapat dilakukan pengawasan serta pelaksanaan yang baik pula, tetapi akan mengalami kegagalan bila sistem pondasinya jelek. Oleh karena itu untuk mendapatkan konstruksi yang tidak gagal maka sistem pondasi perlu diuji terlebih dahulu sebelum pelaksanaan struktur atasnya. Jadi bila diperkirakan sistem pondasinya ada yang gagal maka dapat dilakukan tindakan perbaikannya. Pada paper ini akan dibahas quality control yang dilakukan untuk menjamin besarnya daya dukung tiang dan integritas tiang, melalui serangkaian uji coba, yang merupakan gabungan antara cara konvensional dan cara terkini, yang semuanya sudah distandarisasi di ASTM. Penerapan rangkaian uji coba ini merupakan tahapan penting yang harus ada sebagai langkah untuk pencegahan kegagalan pondasi.

 

1 Pendahuluan

Tindakan pencegahan terhadap kegagalan bangunan adalah jauh lebih baik, daripada melakukan perbaikan untuk kegagalan bangunan. Apalagi bila hal tersebut menyangkut dengan kegagalan yang disebabkan oleh pondasi. Banyak kasus kegagalan bangunan akibat kegagalan pondasi yang tidak dapat diperbaiki sehingga seluruh bangunan (gedung atau jembatan) tidak dapat berfungsi lagi, atau untuk perbaikannya harus memerlukan biaya tinggi.

Untuk mencegah kegagalan pondasi, harus sejak dini yaitu dari tahap penyelidikan tanah di lapangan (insitu test) dan di lab mekanika tanah, perencanaan dan perhitungan daya dukung pondasi serta penurunannya dan tahapan pelaksanaan pondasi.

Untuk pondasi dalam, seperti pondasi tiang pancang (precast piles ataupun steel piles) dan tiang bor, tahapan terakhir menjadi sangat penting karena kinerja/kualitas dari pondasi sangat tergantung dari metoda, peralatan dan workmanship.

Aspek yang harus diperhatikan pada pelaksanaan Quality Control dari tiang tersebut yaitu aspek kualitas pekerjaan yang menyangkut bahan atau integritas tiang dan aspek daya dukung tiang.

Pada paper ini akan dibahas quality control yang dilakukan untuk menjamin besarnya daya dukung tiang dan integritas tiang, melalui serangkaian uji coba. Saat ini sesuai dengan perkembangan teknologi, kita dapat melakukan rangkaian uji coba yang merupakan gabungan antara cara konvensional dan cara terkini, yang semuanya sudah distandarisasi di ASTM. Penerapan rangkaian uji coba ini merupakan tahapan penting yang harus ada sebagai langkah untuk pencegahan kegagalan pondasi.

 

2 Uji Beban Statik

Pengujian daya dukung tiang bor dengan uji beban statik adalah uji standard untuk setiap bangunan, yaitu pembebanan langsung tiang pondasi dengan besar beban 200 % atau 300 % daya dukung ijiin (working load) tiang. Uji beban sebesar 200 % lebih ditujukan untuk proof-test saat konstruksi, sedangkan uji beban sebesar 300 % ditujukan untuk mencari daya dukung batas tiang, untuk keperluan design. Yang perlu diperhatikan pada uji tiang bor adalah pengujian boleh dilakukan setelah 14 – 30 hari, agar beton mencapai kekuatan yang diinginkan dan keadaan tanah yang terganggu dapat kembali seperti keadaan semula.

Pembebanan memakai sistim kentledge, yaitu dengan menumpuk blok-blok beton atau material lain sesuai yang dibutuhkan. Cara lainnya dengan menggunakan reaction pile (Anchor System) yaitu menggunakan tiang bor lain atau ground anchor yang akan berfungsi sebagai tiang tarik. Pembebanan pada kepala tiang dilakukan dengan dongkrak hidrolik. (Gambar 1)

Pelaksanaan system pembebanan di atas memerlukan waktu yang lama dan tempat yang luas serta biaya besar. Selama pembebanan semua kegiatan di sekitar area tesebut harus berhenti karena dapat mengganggu ketelitian hasil pengujian.

Data penting dari pengujian ini adalah diperolehnya graphik hubungan antara penurunan tiang (settlement) vs. beban (load). Dari graphik ini, dengan menggunakan berbagai metoda, seperti metoda CHIN, metoda Davission, metoda Log P vs. Log S dan Mazurkiewich dapat diprediksi daya dukung batas dari tiang.

 

( untuk lebih lanjut download di sini )

Tentang ariefsadja

------------------
Pos ini dipublikasikan di civil Engineering. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s