METODE PENGUKURAN DEBIT PADA SALURAN TERBUKA DENGAN BANGUN UKUR EMPAT PERSEGI

SNI 03-6455.3-2000

RUANG LINGKUP:

Metode ini meliputi persyaratan umum, pemilihan lokasi, pengukuran tinggi tekan, hal-hal yang berkaitan dengan debit dan penyimpangan dalam pengukuran aliran.

RINGKASAN:

Pemilihan lokasi ambang harus memperhatikan hal-hal, antara lain adalah sebagai berikut;

 

a) Tersedia panjang dan lebar saluran denganpenampang yang teratur dan cukup untuk

digunakan;

b) Distribusi kecepatan yang ada;

c) Sedapat mungkin menghindari adanya terjunan.

d) Pengaruh pertambahan muka air ukur di udikakibat adanya alat ukur;

e) Keadaan aliran di hilir, termasuk pengaruhgelombang, pertemuan dengan aliran lain, pintu

geser, bendung gerak dan pengaturan lainnyayang mengakibatkan penggenangan.

 

Pemasangan bangunan ulur yang lengkap terdiri dari, saluran pengarah, bangunan ukur dan saluran hilir.

Kondisi masing-masing komponen secara keseluruhan berpengaruh menyeluruh terhadap akurasi pembuatan.

Persyaratan pembuatan bangunan ukur termasuk permukaan ambang, bentuk penampang melintang saluran, kekasaran dinding saluran dan pengaruh dari bangunan ukur di udik atau di hilir bangunan ukur.

Tinggi tekan di udik bangunan ukur, dapat diukur dengan alat duga air tipe terkait, meteran taraf atau papan duga muka air atau alat duga automatik untuk pencatatan secara kontinyu. Dalam banyak hal lebih disukai pengukuran tinggi tekan dalam tabung pengukur terpisah untuk menghilangkan pengaruh permukaan yang tidak teratur.

 

Untuk persamaan debit didasarkan pada penggunaanpengukuran tinggi tekan. sebagai berikut:

Keterangan:

Q       adalah debit (m3/det)

g       adalah percepatan gravitasi (m/det2)

b       adalah lebar ambang empat persegi tegak lurus arah aliran (m)

C       adalah koefisien pengukuran debit

h1 adalah tinggi tekan di udik terhadap elevasi ambang (m)

 

 

METODE PENGUKURAN DEBIT PADA SALURAN TERBUKA

DENGAN BANGUNAN UKUR EMPAT PERSEGI

SNI 03-6455.3-2000

(Pd M-29-2000-03)

 

RUANG LINGKUP  :

Standar ini merupakan metode pengukuran aliran sempurna pada saluran terbuka dengan bangunan ukur ambang lebar empat persegi.

RINGKASAN  :

Materi yang disajikan dalam standar ini meliputi, acuan yang digunakan, pemasangan, permeliharaan dan persyaratan umum, pengukuran tinggi  tekan, ambang lebar empat persegi, hal-hal yang berkaitan dengan debit, penyimpangan dalam pengukuran aliran dan contoh perhitungan debit.

Survei pendahuluan dilakukan terhadap kondisi fisik dan hidraulik pada lokasi yang diusulkan, apakah sesuai untuk keperluan pengukuran dengan ambang atau tidak. Pemilihan lokasi ambang harus memperhatikan hal-hal berikut, yaitu tersedia panjang dan lebar saluran dengan penampang yang teratur, distribusi kecepatan yang ada, menghindari adanya terjunan, keadaan aliran di hilir, kekedapan tanah tempat bangunan, tanggul banjir, stabilitas tanggul, pembersihan dasar saluran dan pengaruh angin.

Pemasangan bangunan ukur yang lengkap terdiri dari saluran pengarah, bangunan ukur dan saluran hilir. Kondisi dari masing-masing komponen tersebut akan mempengaruhi akurasi atau ketelitian pengukuran. Persyaratan pembuatan bangunan ukur diantaranya termasuk penghalusan permukaan ambang, bentuk penampang melintang saluran, kekasaran diding saluran serta pengaruh dari bangunan ukur di udik dan hilur saluran.

Pemeliharaan bangunan ukur dan saluran pengarah penting untuk menjamin akurasi pengukuran yang berkesinambungan. Saluran pengarah harus bersih, Sumur duga air dan pintu masuk dari saluran pengarah juga harus bebas dari tumpukan sampah. Ambang harus bersih, bebas dari lumpur dan tumbuh-tumbuhan dan bebas dari lekatan kotoran serta pada waktu pembersihan tidak terjadi kerusakan pada ambang.

Tinggi tekan di udik bangunan ukur dapat diukur dengan menggunakan alat duga air tipe kait, meteran taraf, papan duga air atau otomatik, untuk melakukan pencatatan secara kontinu. Tabung pengukur harus vertikal dan diperpanjang minimal di atas perkiraan muka air maksimum untuk pencatatan dalam tabung pengukur. Penjelasan lebih rinci tentang tabung ukur dapat dilihat pada ISO 1100-1.

Spesifikasi standar ambang adalah harus licin, horizontal, permukaan rata empat persegi, lebar mercu tegak lurus arah aliran sama dengan lebar saluran tempat ambang. Ujung udik dan hilir harus licin, permukaan rata dan tegak lurus sisi dengan dasar saluran lokasi ambang.

Pisometer atau alat duga titik untuk mengukur tinggi tekan di ambang harus ditempatkan pada jarak yang cukup di udik ambang untuk mencegah terjadinya penurunan permukaan. Pengukuran tinggi tekan ditempatkan pada jarak setara dengan tiga atau empat kali tinggi tekan maksimum dari udik permukaan ambang. Persamaan debit yang didasarkan pada penggunaan pengukuran tinggi tekan adalah:

Keterangan:

Q       adalah debit (m3/det)

g       adalah percepatan gravitasi (m/det2)

b       adalah lebar ambang empat persegi tegak lurus arah aliran (m)

C       adalah koefisien pengukuran debit

h1 adalah tinggi tekan di udik terhadap elevasi ambang (m)

 

Penyimpangan dalam pengukuran aliran dapat diperkirakan jika penyimpangan dari berbagai variasi yang ada disatukan. Umumnya kontribusi terhadap jumlah penyimpangan dapat diperkirakan. Hal ini menandakan apakah debit dapat diukur dengan cukup teliti sewaktu digunakan atau tidak. Referensi acuan adalah ISO 5168. Sumber kesalahan dalam pengukuran debit antara lain: koefisien debit ©, pengukuran dimensi bangunan dan ukuran (h1). Kesalahan dapat diklasifikasikan secara acak sistematik.

Standar ini juga menyajikan suatu contoh perhitungan untuk menghitung debit dan hubungan penyimpangan dalam pengukuran aluran tunggal menggunakan bangunan ukur ambang lebar empat persegi untuk kondisi aliran yang diatur.

 

Gambar 2.

Ambang lebar empat persegi

 

 

 

 

METODE PENGUKURAN DEBIT SUNGAI DAN SALURAN TERBUKA DENGAN ALAT UKUR ARUS TIPE BALING-BALING

SNI 03-2819-1992

RUANG LINGKUP :

Metode ini membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara pengukuran dan laporan.

RINGKASAN :

Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan pengukuran debit sungai/saluran terbuka pada lokasi yang tidak terpengaruh arus balik dan aliran lahar untuk memperoleh data debit sungai dan saluran terbuka.

Materi yang disajikan antara lain, persyaratan, lokasi pengukuran, debit peralatan dan perlengkapan, bahan, cara pelaksanaan pengukuran, pengukuran penampang basah, pengukuran kecepatan aliran, pembacaan tinggi muka air, dan rumus perhitungan. Lokasi pengukuran debit dipilih sehingga memenuhi syarat sebagai berikut, tepat pada pos duga air, alur sungai harus lurus, distribusi garis aliran merata, aliran tidak terganggu, tidak terpengaruh pasang surut, tidak terpengaruh aliran lahar. Perlengkapan antar lain; perahu, baju pelampung, tali tambang, sepatu lapangan, alat tulis, kalkulator, jas hujan dan lain-lain.

Bahan terdiri dari batu baterai dan kartu pengukur debit, cara pelaksanaan antar lain; merawas, menggunakan perahu, menggunakan jembatan, menggunakan kereta gantung, pengukuran penampang basah memperhatikan posisi alat harus tegak, keadaan alat ukur lebar harus tegang, pengukuran kedalaman tegak lurus terhadap permukaan air, dan jarak.

Pengukuran kecepatan aliran; cara satu titik, cara dua titik dan cara tiga titik. Pembacaan tinggi muka air dari papan duga dan pengikatannya terhadap titik tetap di lokasi. Rumus yang dipakai untuk menghitung kecepatan aliran tiap titik, kecepatan aliran rata-rata jalur vertikal, debit, tinggi muka air rata-rata.


Tentang ariefsadja

------------------
Pos ini dipublikasikan di civil Engineering. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s