ANALISIS ABUTMENT JEMBATAN SEKARSULI

Setiap bangunan sipil, seperti gedung , jembatan, jalan raya, terowongan, menara, tanggul, dan sebagainya harus mempunyai fondasi yang dapat mendukungnya. Menurut Zaianal dan Sri Respati (1995), fondasi adalah suatu bagian konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai penompang dan meneruskan beban bangunan atas (upper structure) ke lapisan tanah yang cukup kuat daya dukungnya. Untuk itu, fondasi bangunan harus diperhitungkan untuk dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut. Selain itu fondasi juga tidak boleh terjadi penurunan melebihi batas yang diijinkan.

Menurut Sosrodarsono Nakazawa (1990), fondasi bangunan dibedakan menjadi dua macam yaitu;

1)      Fondasi dangkal (shallow foundation)

Kedalaman fondasi dangkal biasanya kurang dari atau sama dengan lebar

fondasi (h  D). Fondasi ini digunakan jika tanah dasar mempunyai kuat dukung. Adapun contoh fondasi fondasi dangkal sebagai berikut;

1.      Fondasi Telapak

2.      Fondasi Cakar Ayam

3.      Fondasi grid

4.      Fondasi hypaar

2)      Fondasi dalam (deep foundation).

Fondasi ini mempunyai kedalaman yang lebih besar dari 4 sampai 5 kaki lebar fondasi (h  41). Adapun yang termasuk jenis fondasi dalam sebagai berikut;

1.      Fondasi Sumuran (bore pile)

2.      Fondasi Tiang Pancang (pile foundation)

3.      Fondasi Caisson

Pada umumnya fondasi dangkal digunakan untuk kondisi lapisan tanah keras yang terletak dekat permukaan tanah, sedangkan fondasi dalam digunakan apabila lapisan tanah keras jauh dari permukaan tanah menurut  prodoto(1990). Ada beberapa persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan konstruksi yang kuat antara lain;

a.       Penurunan total maupun penurunan diferensial masih dapat ditoleransi oleh fondasi maupun elemen-elemen struktur atas.

b.      Tekanan beban ketanah tidak melebihi daya dukung yang diijinkan, hal ini untuk menghindari keruntuhan bangunan.

c.       Kedalaman fondasi harus memadai sehingga tidak terjadi bahaya yang disebabkan oleh;

1.      Pengaruh musim yang mengakibatkan kembang susut tanah.

2.      Pengruh tanah organik maupun lunak pada tanah permukaan.

d.      Konstrusi fondasi harus aman terhadap;

1.      Penggulingan dan pergeseran

Korosi atau penurunan kualitas struktur yang diakibatkan adanya bahan yang berbahaya didalam tanah.

 

(Lihat Selengkapnya DOWNLOAD diSini)

Tentang ariefsadja

------------------
Pos ini dipublikasikan di civil Engineering. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s