Buku Pedoman Pengembangan & Pembangunan Irigasi

Tujuan Pembangunan pertanian yang ingin dicapai pada tahun 2005 – 2009 antara lain adalah peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai tambah dan pemilihan produk yang berdaya saing, tangguh dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut Departeman Pertanian memfasilitasi sarana dan prasarana fisik untuk pengembangan usaha agribisnis pedesaan di sentra produksi komoditas unggulan.
Dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman maupun ternak, air merupakan faktor determinan keberhasilan sistem budidaya. Argumennya, air merupakan komponen utama (lebih dari 80%) penyusun tanaman maupun ternak sekaligus berperan penting dalam proses metabolisme. Itulah sebabnya mengapa, kekurangan atau kelebihan air untuk
tanaman dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan atau perkembangan tanaman dan ternak bahkan berdampak langsung terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Model pengusahaan tanaman dengan menyesuaikan karakteristik iklim khususnya jumlah curah hujan, hari hujan dan penyebarannya yang dilaksanakan belakangan ini umumnya kurang efektif dan efisien, karena intensitas, frekuensi dan durasi anomali iklim cenderung meningkat. Apalagi pola penyebaran produksi biasanya akan seirama dengan pola curah hujan (musiman) tetapi seringkali tidak seirama dengan permintaan pasar yang relatif tetap sepanjang tahun. Untuk dapat mencukupi kebutuhan air pada fase pertumbuhan tanaman, sehingga dapat menyesuaiakan antara waktu panen dan permintaan pasar, maka pelaksanaan pengelolaan air melalui irigasi sangat dibutuhkan khususnya untuk memenuhi kebutuhan air di musim kemarau atau di luar musim.

Berdasarkan sumber air irigasi, maka irigasi dibagi dalam dua kategori yaitu irigasi permukaan dan irigasi air tanah, yang biasanya dengan memakai pompa. Dalam implementasinya di lapangan, oleh karena air irigasi yang bersumber dari air tanah memerlukan biaya investasi relatif mahal, maka pendayagunaan air yang dihasilkan dari pompa perlu diarahkan kepada Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi (TBET ).

Sehubungan dengan jumlah air relatif terbatas, sementara permintaan air terus meningkat, maka secara alamiah akan terjadi kompetisi penggunaan air antar sektor (pertanian, air minum, domestik dan industri), antar wilayah dan antar waktu. Untuk mengantisipasi kompetisi dalam distribusi dan alokasi air antar sektor, maka pemanfaatan air yang efisien mutlak diperlukan. Salah satu cara adalah dengan penerapan sistim irigasi bertekanan. Meskipun awalnya membutuhkan investasi yang relatif tinggi, namun dengan perhitungan dan penentuan desain yang akurat, operasional dan pemeliharaan harus tepat, pemanfaatan air untuk sektor pertanian dapat ditingkatkan daya saingnya terhadap sektor kompetitornya.

Apabila penerapan irigasi bertekanan seperti sprinkler/tetes diterapkan maka seluruh faktor pendukung harus mengikutinya, seperti jenis, waktu, kondisi pola tanam, jumlah, kesinambungan produksi dan lain-lain harus disesuaikan. Dengan demikian pengetahuan, pengalaman terhadap penentuan desain, pelaksanaan, permintaan pasar mutlak dibutuhkan. Sementara itu Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan petani di sentra produksi tentang pengelolaan air irigasi bertekanan relatif masih rendah karena hal ini merupakan hal baru bagi mereka, sehingga untuk tahap awal diperlukan model percontohan pengembangan irigasi bertekanan menunjang tanaman hortikultura dan perkebunan dengan bimbingan secara berkesinambungan.

 

(Lihat selengkapnya DOWNLOAD disini)

Tentang ariefsadja

------------------
Pos ini dipublikasikan di civil Engineering. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s