Test Ride Kawasaki D-Tracker 150


JAKARTA (DP) – Punggawa baru Kawasaki ini memang berbeda. Dilahirkan sebagai jajaran trah sepeda motor trail, Kawasaki D-Tracker 150 dijebloskan di ”area” supermoto, sebuah aliran sepeda motor trail untuk daily use. Meski modelnya trail, tapi performa dan spesifikasinya sudah street legal.
D-Tracker 150 yang baru saja dikenalkan di Arena Pekan Raya Jakarta bulan lalu. Sepintas, motor ini seperti ”mainan”, dimensinya seperti lebih kecil ketimbang saudara-saudaranya di trak trail.
Ukuran bannya saja lebih mini, cuma 14 inci. Tepatnya, ban 100/80-14 untuk depan dengan velg 2.15×14. Sedang roda belakang, mengaplikasi ban 120/80-14 dengan dimensi velg 2.50×14. Cukup kecil untuk ukuran motor trail. Begitu juga ground clearance yang tak begitu tinggi.
Tapi itu semua ada alasannya. Dengan ban kecil, efek ringan dikendarai semakin terasa. Kawasaki D-Tracker 150 yang habitatnya di jalan aspal butuh profil ukuran ban seperti itu. Ban semi-donat dipadu ukuran velg kecil membuat D-Tracker 150 ringan bermanuver di aspal.
Soal dimensi, Kawasaki D-Tracker 150 tak beda dengan Kawasaki KLX 150. Begitu pula dengan mesin, speedometer, serta desain bodinya. Bedanya, D-Tracker 150 didukung shock absorber upside down. Karakter suspensi ini membuat D-Tracker 150 cukup empuk, tapi tidak loyo di jalan berbatu.
Ketika Kawasaki D-Tracker 150 diajak menikung, lebarnya ban membuat Dapurpacu.com semakin pede melahap belokan. Badan direbahkan mendekat ke tanah, diselingi jemari memutar throttle gas lebih dalam, D-Tracker 150 tetap stabil.
Motor ini dibekali mesin 150 cc yang juga sama persis seperti milik Kawasaki KLX 150. Tenaganya oke, mampu berakselarasi dari 0-60 km/jam dalam 5 detik. Final gear lebih kecil. Bila KLX 150 menggunakan perbandingan gear depan-belakang 14/44, D-Tracker memakai gear 14/41. Hasilnya, nafas D-Tracker lebih panjang.
Yang jelas, dengan harga Rp 23,9 juta, Kawasaki D-Tracker 150 sangat cocok untuk bikers yang menggemari desain sepeda motor trail. Pemakaian sehari-hari memang butuh variasi. Jika bosan naik bebek atau skutik, Kawasaki D-Tracker 150 bisa jadi solusi. [dp/Don]

Tentang ariefsadja

------------------
Pos ini dipublikasikan di oTomotif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s