Waterslager 2

Perbedaan dengan variasi terpenting ke-2 adalah speed yang dibawa waktu bernyanyi, spasi antara suku kata dan tidak ada huruf ‘l’ atau ‘I’ di belakang suku kata. Variasi lagu yang disebut ‘bollende waterslag’ adalah menyerupai suara air waktu direbus, kira-kira seperti:

bobobobo
bubububu
blublublublu
wutwutwutwut

anda dapat melihat tidak ada tanda minus di antara suku kata yang berarti tidak ada spasi antara suku kata. Variasi ini enak didengar dan juga harus dipunyai seekor waterslager di antara bunyi air lainnya. Di kejuaraan variasi ini mempunyai nilai maksimal 9, walau asosiasi Belanda mempunyai nilai maksimal 6.
Variasi ke-3 seperti suara air yang mengalir atau disebut ‘rollende waterslag’, variasi ini mirip waktu kita meniup sedotan ke dalam gelas. Nilai maksimal 6, di Belanda mempunyai nilai maksimal 9. Variasi ini terdengar seperti:
brubrubru

Selain menirukan suara air, ada beberapa variasi yang dinyanyikan waterslager, yaitu:

Staaltonen atau suara besi, nilai maksimal 9. Terdengar seperti besi yang dipukulkan berulang-ulang:

ting-ting-ting
jing-jing-jing
tong-tong-tong

Belakangan, suku kata yang memakai huruf ‘o’ terdengar lebih dalam dan banyak disukai orang. Bagaimanapun, mana yang lebih berharga tergantung pada selera orang.
Fluiten atau Flute: sangat diperlukan untuk lagu yang lebih indah. Terdengar seperti:
su-su-su
du-du-du
sut-sut-sut

Spasi di antara suku kata harus diperlihatkan untuk menambah nilai variasi ini. Variasi ini mempunyai nilai maksimal 9.
Fluitroll atau bunyi flute yang dinyanyikan dengan speed rapat mempunyai nilai maksimal 6, terdengar seperti:
sursursur

Bellen, ditirukan dari bunyi bel dan terdengar seperti:
lilili
lululu

Hampir tidak ada spasi antara suku kata dan ada variasi lain dari kategori ini yang diadaptasi dari double-bell yang terdengar seperti ‘tilung-tilung-tilung’ atau ‘dingdong-dingdong-dingdong’. Variasi ini akhirnya lebih dicari daripada bunyi single-bell.
Belrol atau seperti alarm jam:

riririri
rurururu

Lebih baik bila dinyanyikan dengan paruh yang terbuka untuk kesan kristal.
Tjokken (roll) atau terkesan seperti seseorang menotok pintu, nilai maksimal 6
toc-toc-toc
tjok-tjok-tjok
to(r)-to(r)-to(r)

Terakhir adalah Knor, terkesan seperti dengkur ****:
knorrrr

Variasi ini dinyanyikan cuma sekali dalam sebuah  nyanyian. Nilai maksimal 6 dan semuanya tergantung dari panjang variasi.
Kita akan mendapatkan kartu penilaian yang telah diisi atau ‘indruk’ bila kita membeli waterslager yang telah dilombakan, di lembar penilaian  menunjukkan bagaimana waterslager bernyanyi waktu saat penilaian. Contohnya, mungkin kita bisa mendengarkan orkestra kelas teri menyanyikan simponi Beethoven tetapi suaranya akan tidak jernih, kacau dan  lain sebagainya. Berbeda bila kita menikmati simponi Beethoven yang dilantunkan orkestra kelas atas, kita akan  menikmati kejernihan suara yang sangat detail. Inilah yang akan dijelaskan oleh yuri dalam ‘indruk’. Lembar penilaian ini sangat penting dalam memilih waterslager jantan, tentunya apabila lembar penilaian ini tersedia.
Belanda memberikan nilai maksimal 3 untuk variasi lagu yang menirukan burung nightingale. Haruslah diingat bahwa semakin jelas bagaimana burung menirukan akan mendapatkan nilai yang tinggi. Poin tambahan harus dikalikan 3, alasannya adalah pada waktu pertama kali lomba diadakan cuma diikuti oleh beberapa waterslager, yang bertindak untuk menilai adalah 3 orang yuri. Saat ini, dengan banyaknya waterslager yang ikut, hanya seorang yuri yang menilai. Oleh sebab itu, untuk menjaga perbandingan penilaian sejak saat dimulainya lomba maka point akhir dikalikan 3.

sumber : http://kicaumania.org

Tentang ariefsadja

------------------
Pos ini dipublikasikan di Kenari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s